Filter Antinjemblem

Apa Puan lirik karena sayang, 

Apa pula bikin Tuan lalu datang, 

Untuk bicara banyak macam rayuan, 

Kalaulah kukunya dibuat bercat bunga, 

Tebal menutupi ketikan dan ketukan, 

Terhimpun jadi gelap dibalik lukisan, 

Milik puan dinyalakan pantulan  dan gambaran, 

Tuan tiada henti ketinggalan, 

Hisapan demi hisapan tiada dilakukan ujung jari berkuku, jauh darinya bibir ndower menggelap lama dibikin. 

Kaca bercerita sendiri, usai tahu rasa sentuhan, telah mengubah bayangan dirinya, percaya keajaiban jaman selalu bercara mengubah dirinya. 

Perapian kecil mengencangkan serat ikan, merapat dan memanja seiring sungging senyuman diterbarkan, tatkala tiada kata lagi mampu menggantikan gelora rasa, resap kepulan penghangat dibalik tirai hati,, sesampai terdiam kesadaran enggan berada diantaranya, 

Tiada wajah senyatanya berganti, kecuali ia yang muncul sebagai masa lalu menyerta membawa ceritanya, tetap menerap kepingan yang tersusun oleh hembusan dan tekanan yang menjadikan adanya keberaturan bentuk, disaring helaan dalam nafas mengartikan setiap kemuncukan yang mendekati. 

Kata juang yang tidak pernah disebut, namun sangat lama telah menjadi bagian kering oleh jauhnya langkah, fatamorgana yang dulu menggoda setiap lunglai langkah, menyusup dalam kenangan penghias setiap cerita yang sudah dipenghujung urai dan tuturnya, saat berbagi dengan terbata-bata di ujung senja. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar