Macam Cara Bayar

Kisah akan dirinya 

Itu kenyataan 

Dijadikan untuknya 

Juga teman lainnya 

Menertawakan dulu 

Hingga orang banyak 

Pun dibikinnya demikian 

Jadi bisa dan ikut tertawa 

Sehingga nampak sekali 

Akan kebutuhan itu nyata 

Yakni satu kebutuhan mereka 

Untuk betul betul bisa tertawa 

Itu telah dibuktikannya 

Bukan semata jadi selingan 

Maka membayarpun bagi mereka 

Sudah jadi kewajaran...

Jangan pedulikan 

Bila mereka dianggap 

Sudah sulit untuk tertawa 

Karena membayar untul itu semua 

Sudah bukan kesulitannya...

Berbahagialah kamu juga semua teman yang masih tetap bisa tertawa tanpa harus membayar...😁😅😍🤗🙄👧

Level Bukan Batas Tingkatan

...himpunan haru semesta menitikkan embun pada hijau lebat pantara yang dipuja dan didamba tetap menjadi tempat peluhnya menetes pada setiap langkah tanpa membeli kembali miliknya dari setiap genggaman siapa pun yang belum pantas menerima setiap arti dirinya yang sering jauh untuk mampu utuh dikenalinya....


Lewat setiap kejatuhan biji yang diterbangkan angin tiada lagi yang pantas dibela dengan ujung bulu landak yang gundul dan ketakutan mendiami lubang-lubang persembunyian itu ...
Ia yang adalah pembawa benih terkecil kubiarkan jauh melayang dibawa sepasang pembawa suara langit; juga kubiarkan terjauh dari gambaran mimpi yang kelak yang akan menghampiri..
Windu yang tiada meninggalkan windu lama tanpa membiarkan sekelumit kisah windu baru tanpa sadar mekarkan kuasa lampau mencengkeram dan menggunakan tangan -tangan lain membutakan pandangan sendiri untuk mengerti hingga membeda kenyataan dan mimpi seolah menjadi sumber mengayunkan amarah kian merajalela...

Anak-anak menghuni jamannya dengan kesenangannya yang dinamai juga dinikmati sebagaimana layaknya permainan, keriangan akan kemenangan juga menggapai tingkatan nyata bagi mereka yang tidak rela dirampas sembarangan tatkala kebersamaan telah menjadi bagian yang sangat bernilai bagi mereka, ini melebihi level atau tingkatan bahkan penjelasan apa pun yang sering dibuat -buat 😂😥oleh anak-anak yang sudah menjadi dewasa, besar dan lupa bagaimana menjadi mereka.
Jauh dari pelanannya telah tereja, bagaimana setiap tarikan dan hembusan nafas yang telah ia lakukan semakin mendekati arti kesadaran baginya, maka...
Wajar telah menjauh keresahan juga keraguan akan keputusan yang telah dibuat untuk mempercayakan....
Ini... hanyalah endapan dari timbunan beban juang yang lama terkubur hingga bertemu pada bayangan yang telah terentas dan mengering bagai arang...
Sepasang kekasih yang telah jauh mengarungi rencana itu telah semakin diyakini mampu bertahan untuk mendapat makan dari antara dan setiap jubal pepohonan sebagaimana pendahulunya membagi kisah tentangnya di sana...

Secuil kisah langkahnya bagai disembunyikan, bagaimana ia merapatkan diri dengan daratan, tanpa memilih sudah berada di dermaga tua berada dibalik pulau dengan selat ramai dan ternama, bagai disana tiada kenangan semanis gula-gula  yang acap ditebarkan metropolitan....

Jika benar kelak kelilingmu selesai dengan penuhnya kesadaran sudah dipastikan dapat kau terima tanpa syarat bahwa tidak disetiap tempat dan tidak setiap orang harus diberi kutang atau rok atau celana...panjangnya nalar yang telah kau miliki telah jadi kristalisasi harta terbesar....

"Jaman Edan" yang sering dipakai banyak mulut menyebut asal keadaan tiada pernah digunakan dalam tuturannya, satu cara yang dipilih membiarkan senandungnya rela dibagikan kepada yang dapat terlihat lagi oleh matanya sendiri saat mendekat padanya meskipun tiada panggung dan pengeras juga pengiringnya.


Pinggir rawan bukan nyata wilayah penjual seolah saja sering dilagukan lagi dengan kemiripan setelah perginya hantu baru bikinan moncong-moncong bayaran bagai mesin peniru sang pemilik, 

Ayam betina menelorkan, mengerami juga menetaskan ayam.  Tidak selalu sama bunyinya, Juga tiupan itu tidak selalu menghasilkan nada, adakalanya ia semakin menghidupkan perapian, untuk menghangatkan, memanaskan mungkin juga untuk memasak sesuatu yang disukanya. Ia tidak ingin berkata lebih...
Saat ini 
Mungkin tidak ingin berkata apa-apa, kepadaku tentang hal yang kau mau...

Jika bimbang yang ada padamu sudah pada memuncaknya tingkatan rangkai kejut apa yang akan menggenapkan seratus tahun  dalamnya usia melebihi pasar sampai harus membuat semua yang dijajakan laku besar tanpa memakai cara yang kasar, ingin ada tanya sedemikian menuju arah namun akhirnya memudar.

Lantas adamu yang terbatas, singkat dan pendeknya kedatangan terjadi sebagai masa yang menggandakan tekat tunggal tidak dapat disadari utuhnya arti saudara penjual roda-roda besi yang lunak dengan pembungkus getah -getah pohon yang dirampas begitu saja.... tuan-tuan tanah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.


Pada masa penting inilah seolah telah dengan cepat tanpa telaah berlama -lama disimpan seluruh mantra-mantra penyembuh dan penyuluh dijauhkan dan disembunyikan mungkin dilarikan ke negeri entah berantah. 🙄

Sudah Pergi dan Sampai

 

Yang kelihatan
Ia sudah melakukan 
Yang penting mungkin baginya itu 
Sudah datang untuk bawa maksud
Meskipun belum utuh disadarinya 

Menunda untuk mengatakan kepadanya 
Bahwasannya ia bukan datang pada tempat yang tepat 
Untuk tahu semua isi cerita 

Dayang-Dayang Berparuh

🤔semisal  sepuluh kali diulang 
Itu seolah mendongeng buatnya 
Yang sedang tidur pulas....

😴kemarinya diujung kelelahannya 
Maka kubiarkan lelap itu dimilikinya dahulu...

🤓bayangkan andai dikeramaian atau jalan dan berdesakannya penumpang bisa saja jadi incaran pencopet...

😌Usai mandi dan mengisi perutnya barulah ia mulai diberikan kisah yang langka dan sangat ingin didengarnya itu....

>>>> sedikit saja, karena ini sebenarnya bukan tempat yang tepat untuk ia, ... saat ini


Memilih Cara

Mulai sejak awal 

Telah dikatakan 

Padamu...

Juga pada mereka 

Bahwasannya bukan kamu 

Apalagi aku yang memilih cara 

Ia sendirilah yang melakukannya 

Ia yang akan memilih dengan caranya 

Bila saja kau tahu dan telah menerima akan cara itu 

Kedatangannya meskipun sudah jamak menjadi gunjingan dan bahan cerita di setiap sudut negeri tidak semua senyatanya mengatakan akan hal itu sebagai sebuah kenyataan....

Penggambaran akan adanya kengerian yang bikin merinding atau berdirinya bulu kuduk seolah -olah menggambarkan betapa buruknya hal yang dilihat atau yang dicari -cari di sana;

Mudahnya ketika kita bicara tentang kopi, gambaran warna hitam dan gelap ditambah dengan kecapan rasa pahit, numun kenyataannya orang dapat menikmati kopi atau meminum dengan warna lain selain hitam. Ada yang menyukai minum dengan warna putih, warna kuning, keemasan bahkan dengan penambahan aneka kreasi dekoratif dan rasa yang sangat beragam. 

Disadari atau tidak telah banyak barista dan tangan - tangan kreatif dari segala penjuru telah bersinergi menggapai itu, dari kebun-kebun tempat tumbuhnya hingga ke tempat-tempat yang tinggi dan megah menggapai bibir dan mulut para penyukanya...

Jadi jika kembali lagi 

Mengatakan tentang bagaimana ia datang tidaklah akan semudah bagai membalikkan telapak tangan kita dan seketika mengerti bedanya.

Berpayung Seleksi

Si Bolang dipanggil

Si Bolang lalu datang

Disurunya ia duduk 

Ia pun lalu segera duduk 

Diberikannya ia makanan 

Lalu ia pun memakannya...

Sejak ia datang 

Saat ia dipanggil 

Waktu ia mendekat dan duduk 

Ekornya terus saja menari-nari 

Bahkan saat ia makan pun 

Ekornya tetap saja sama 

Dengan lincah terus menari -nari 

Sesekali ia berhenti makan 

Lalu memandang majikan

Dengan bersuara kecil 

Lalu melanjutkan makan lagi

Bahkan semakin lahap...

Setelah majikan memberikan tanda 

Walau hanya sebuah anggukan 

Padamu kutulis 

Cerita kecil ini...

Walau pun diriku bukanlah 

Seorang yang memiliki atau seorang ahli 

anjing...

🙂

Semua itu hanya seleksi pengalaman biasa 

Seperti cara majikan telah lama memilih, dengan seleksinya sendiri 

Agar ia dapatkan

Peliharaan yang juga punya senyuman 

Sebagaimana dirinya juga punya senyuman, walau tidak seutuhnya sama...

Hingga keduanya kini, tetap saling menjaga; anjing menjaga seisi rumah dan tuannya, pemiliknya juga menjaga ia punya 

anjing...


Kembalikan Saja



Itu...
Kerjaan 
Punya siapa 

Siapakah yang mencoba 
Untuk mencoba 
Melepaskan.....

Apa 
Pengikat itu 
Menjadi pengusikmu 

Atau 
Dengan adanya 
Hubungan tidak penting 

Aku 
Bukan 
Bagian lain 

Bukan pula orang 
Yang mengerti 
Semua itu 

Jika saja kau tahu 
Bagian mana terbaik 
Termasuk untuk mengembalikan

Lakukan 
Yang pantas 
Dan dapat kau lakukan..

....


Penampang

Ada kalanya seperti saat -saat tertentu 

Pranala lain tentu sangat membantu 

Seperti penambah tenaga juga pendukung visual agar menambah daya cerna yang semakin terarah, baik yang membaca, melihat dan mendengarkan.

Saat ini ada yang mampu melakukan sesuatu yang istimewa dan saya yakini ia tidak menapak di tanah untuk dapat melakukan itu.

Ini sama sekali tidak bicara akan tebalnya alas kaki atau sandal yang mengangkat dia setinggi orang berpangkat, sekali lagi bukan dalam kontes yang demikian.

Menempati wilayah sendiri atau pada posisi dimana saya berada itu sesuatu yang tinggi untuk dijangkau orang sembarangan. Semisal bagaimana moncong muara  digambarkan menyedot dan melahap sesuatu yang bukan makanannya, misalnya melahap kelereng atau bola bekel pasti orang menambahkan sesuatu yang bau pada permukaannnya bila itu memang dilakukan; atau moncong itu menolak yang biasanya disukai, padahal tinggal tulang kering sudah tiada daging sama sekali ; ini jika secara visual tangkapan hingga cernaan yang dapat dengan asal disematkan.

Ini dalam sepenggal jeda 

Mengisi senja mengeja sapa 

Juga dengan sesekali melongok hutan

Dari jendela sisi yang bersebelahan arah samping menuju hutan 

Tempat  dimana diceritakan orang -orang bahwa dari sanalah bekas dan jejak kaki yang bercakar tajam memilih jalan. Meskipun kenyataan masih diawang -awang karena semua berbumbu katanya. Namun demikian ini tidak dan jauh dari maksud mengatakan tidak mungkin. Karena mereka masih menyimpan juga menyediakan logika tambahan dan tanpa diminta harus membelinya dengan argumen.

Pengelupasan Lain

 

Bagai tiada diragukan 

Malam adalah miliknya

Wajah yang dulu pernah dekat 

Terasa ia menghampiri , untukmu 

Membuang sudah tebalnya permukaan

Penutup terkeras hingga daging menyingkir 

Untuk mnampakkan yang paling dalam 

Sebagai yang telah lama sekali dicari 

Namun kini kekerasan jauh dasyat di dalam inti

Masihkah ada yang harus dibayarkan 

Untuk sampai maunya mata 

Melihat kedalaman yang lebih...

Dengan apa semua mata saling berpandang 

Ingin menemukan sebuah jawaban 

Tiada mungkin kekerasan akan membuat semua 

Mendapat keinginan sampai pada keutuhan 

Tiada pemukul yang terpilih untuk digunakan...

#@#

Sel O

Diatas sebuah simbol 

Juga tiada jauh dari senyuman 

Kepemilikan tanpa ia canangkan 

Atau dengan berotot ia teriakkan 

Ia lebih memilih jari terbaik melukiskan mengulang adanya kenyataan yang lebih pantas berada disana.. mengisahkan 

Ia yang menyuarakan 

Bagaimana menerima perlakuan 

Sebagai bagian yang sering 

...

Pada kondisi sedemikian tinggi 

Dikelilingi aneka cara memuji 

Juga lekat dan rapatnya pengeliling

Setia sebagai penari... berlaras hati 

Tidak akankah sampai ia 

Apa yang orang biasa 

Hingga mereka yang jelata 

Hidup dalam perlakuan...

Yang lebih melekat dalam 

Setiap geraknya 

...

Naif mungkin menutup 

Keluh yang paling...

Tanpa membanding .

Apalagi menyempatkan 

Diam dan merasakan..

Mereka yang bukan apa -apa 

Pun untuk menyuarakan 

Apa yang dirasakan...

Jika yang paling 

Bukan batu, 

Niscaya keluh itu di luar 

Jangkauan ia memiliki nalar...

Juga untuk menalar hal yang paling 

remeh dan kecil bagai  pa sir sebutir...

Sandal Jepit Ringan

Seberat apa sebenarnya 

Seluruh bawaannya 

Seusia kelahiran 

Atau sama dengan 

Alas yang dikenakannya 


Hanya sandal jepit biasa 

Dipakainnya kesana kemari 

Walau beban tubuhnya bertambah 

Sandal itu tetap pada bentuknya 

Mampu membawanya juga 


Ini baginya bernilai 

Bukan tentang kemewahan 

Namun lebih pada kenyamanan 

Cukup omongan dan jawaban ringan 

Seperlunya karena itu bukan segalanya....


Lalu mengapa 

Jika itu tidak penting 

Tetap saja dituliskan.....

Jawabannya lebih sederhana 

Jangan dibaca!

Mengapa?

Dengarkan saja, apabila memungkinkan, bukankah itu juga dapat dilakukan sekarang?

Terpilih Dari Jauh

 

setelah mendengar 
Yang namanya sebuah pertanda
Itu telah dijadikan hal yang sepadan 
Dengan keadaan bahwa ia telah melihat 
Atau menemukan yang ia cari 

Masih saja dan mungkin
Bahkan sangat mungkin dipertanyakan 
Hingga diperdebatkan dengan serunya 
Utamanya bagi yang belum mengerti 
Keadaan yang sebenarnya...

Kepenuhan akan pemahaman 
Biasanya otomatis saja terasakan 
Menjadi seolah mengalir berantainya 
Sebuah pesan tanpa henti menjadi 
sebuah tindakan langsung hingga 
Menyentuh keadaan yang dinanti s3mua.

Seakan dari jauh sudah memilih dengan tepat tanpa melihat, kecuali rasa saling percaya yakin mampu melakukan yang terbaik sesuai k3mampuannya sendiri.

Ban Tua Kupasan

Ini kusebut dan kutujukan 

Kepadamu sang pemilik hati 

Yang pertama agar engkau mengerti 

Itu saja tiada lebih apalagi dengan paksa 


Dari sananya adalah inti 

Tiada maksud menunjuk letak 

Ditengah yang memusat atau pinggiran 

Diluar nalar bagiku memaksamu 

Membuat arah jadi gairah 

Padanya mengeja sunyi ditengah gasing 


Setiap kata sayang panjang dilangkah

Mengerti keadaan hanya sepintas jalan 

Arti utuh sedikit tiada kunjung penuh 

Ikan-ikan yang berenang kala ia menyeberang 

Mengingatkan akan engkau yang datang 

Bagai amphibi memiliki iba 

Dan kekuatan mengulur tangan...

Aku bukan siapa -siapa dalam mengubah keadaan jaringan jalan yang begitu rumit tanpa menyentuh setiap tumit pendatang.

Hanya roda-roda tua yang mengaspal di atas jalan kebanggaan para penghuni pulau ini hanya percaya padamu.


Ada Apa Denganmu?



dengan sejuta argumen
mungkin biar tampak keren 
mulanya seolah sendiri dan beken 
tanpa tahu juga tanpa memberi tanya 
inginnya secepat tuntas seperti harga pas 
lagunya berganti mengingkar dari masa lalu
tiada benakmu menyisa rongga untuk sebuah arti keingintahuan tentangnya....
tiada luka yang ingin kau buat 
namun kelak akan mengerti 
bagaimana halus dan lugas panjatnya 
diperdengaRkan padamu...
gemingmu mungkin pada cela jauh dari dendam apalagi sentimental....
ukuran materai tanpa bentuk seperti wajahmu yang diwibawakan 
seolah-olah mengerti semua yang ada 
hingga senyumnya hanya membalas 
ada apa... denganmu.
akankah dibelinya ketidakpastian itu dari tempat yang menjulang demi memuaskan kuasanya jari menghitung langkah....?