Pelengkap

Tuas yang terdorong gemulai tangan kini telah membawa tegak langkah menuju suatu tempat bermagnet cinta yang tidak bisa dihadang hingga dihentikan berkumpulnya serpihan-demi serpihan melengkapi putaran kisah senja 

Menjauh dan semakin di luar orbitnya seolah-olah tenaganya tiada habis menjadi miliknya sendiri....

Besutan tetua mana ia tanpa utuh kukenali ia baru dalam setengah musim hingga jangan berharap ia ada dalam nama tangkai ungkapan di sini...

Emansipasi bukan tempat utama selain pundi-pundi terkumpul hingga dirinya dinamai pengepul bagi pelantun kondang yang sering berkumpul bersamanya memberi dorongan langkahnya semakin kencang....

Engkau tidak dengan sembarang juga jauh dari ambang keraguan menyebut disrubtion pada posisi yang sedang dibanggakan sebagian kalangan 

Rekam jejak yang alakadarnya sebagai jelata ini mungkin tampak dari tempatmu karenanya jangan berharap kujabar seperti cara mubalig punya keunggulan dihadapanmu menunjukkan jalan nan lebar bagimu membuat pilihan ... hingga engkau terangguk-angguk kagum, padamu sendiri.

Edannya silaknat bagi mereka yang dipenuhi pijaran kesumat tiada ingkar bertelut pada kehingaran pampangan yang telah meramaikan sambut sebagai sumbu hingga bumbu yang menitikkan pertemuan baranya di sana..

Ini bukan lagi sebagai amukan menagih janji selain tanpa ingkarnya pujaan hati membawakan semakin genap dan lengkap suaranya memang sudah layak diberikan kepada yang sudah sangat lama dibidiknya...

Menipis kata orang ribamu pasti kan sampai jua kemari karna tak pula kutahu ketika sedang menebal atau melangit selain senyumanmu dengan aneka tebaran malaikat -malaikat yang telah kirim berdatangan mengulurkan lalu pergi lagi....

Menghilang atau tidak usai semua itu bukan bagian dari kisah ini ia berada karena pelengkap hanyalah pelengkap tak ubahnya kuasan halus diatas kaca berdebu yang sebagian mampir di atas dasboard tidak jauh dari wajahmu yang tergambar ragu...

Tenang adalah usaha yang sebenarnya dengan keras telah dengan berbagai cara terbaik kaubuat 

Masih bergulir dan berulangnya suasana itu tidak akan membuatmu selip menempatkan tanda yang lebih tebal adalah hanya jalan kecil untuk mengatakan bahwa engkau sudah mengerti terkadang ciuman juga pelukan.... yang merekatkan yang kecil hingga nampak oleh banyak orang...

Ada apa lagi didengar olehnya ingin menjadi lengkap namum sepertihalnya engkau dan yang lain merasa semakin banyak yang masih kurang, tiada lain karena kita kala itu berada di ruang yang masih kecil....

Orang

Ketiga kalinya

Tunggal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar