Pen❗️ndaS salam desiran

Setelah berada di tempat ini
Tempat yang jauh dari asal juga keseharian
Dikelilingi para pemburu waktu dan cuan
Demikian mereka menyebut dirinya
Telah melarutkan dan menguras
Seluruh perhatian bersama semua itu
Dapat dikata kebetulan menemukan
Ia ia sangat menyempatkan
Bahkan merelakan
Membuat bincang yang sangat berarti
Untuk memasuki wilayah baru
Dalam cara memahami hal lain
Sebutlah saja satu dimensi yang baginya sederhana
Namun tidak bagi wajah yang jauh
Telah dibawa tubuh ditutupi kelelahan... itu



Konon...
Sudah banyak orang sampai di sana
Dengan maksud yang sama....
Beliau mengulas
Perubahan tempat sejuk persinggahan
Yang sederhana namun asri itu
"Namun hanya dengan hitungan jari saja -
yang tahu cara bertanya,... atau menyampaikan maksudnya hati"
Setelah mengantar dengan beberapa pengalaman dan peristiwa
Dengan suara yang lembut beliau melirihkan suaranya;
"Gerbang itu tidak jauh, namun menjadi sangat jauh dan tidak terjangkau
oleh sebagian mereka yang mencarinya....?

Setelah mengajak melihat sisi timur kediamannya

ditunjukkan olehnya bagaimana anak-anak yang sedang bermain

melompat dan berlari dengan teman-temannya 

Tidak lupa memastikan bahwa kita harus bisa memiliki tahap itu

hal sederhana diuraikan bagaimana kita bila memasuki  wilayah baru yang sangat mungkin tidak aman atau katakanlah rawan bukankah kita wajib waspada

Rasakan desiran angin di sini sudah dingin meskipun sedikit tertutup mereka yang diluar pasti merasakan lebih dingin dan latihan raganya dengan bermain itu telah menguatkan mereka...

Ini adalah tentang melewati sebuah tempat dengan kekuatan an tenaga, dan belum sampai pada apakah kata-kata untuk menyapa menjadi penting sejak kita bangun, beranjak hingga menuju ke sana?

Masih ada jajaran atau rangkaian lompatan-lompatan didepan juga cara lari kecil seperti mereka yang harus dilewati hingga kita dapat berkomentar penting atau tidak.

Istilah yang mudah dipahami, ini ada angin bukan sembarang angin. Tidak lain itu sapaan alam setempat kepada kita dan latihan mereka telah menuntun untuk mengenalinya hingga kata awal yang menjadi salam pun sudah dengan sendirinya berjawab dari mulut mereka... seperti halnya sapaan kita ketika mendekati mereka....

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar