Rintisan



Ada dibawah sana

Tepatnya saat ia menuruni 

Batang pokok miliknya 

Berukuran jempol tangan  kala itu 

Saat sampai ditengah kenampakannya 

Sudah tidak lagi sama

Ini tiada lain

Oleh genap kakinya

#

Menuju letak barunya 

Pertaruhan harga dituang tanya 

Musim rayanya mesin-mesin pemanen 

Debur derunya menyatukan arah kesadaran 

Lamunan masa kecil menguraikan senyuman 

Menanti dibawah pohon itu 

Kembali mencengangkan menghitung-hitung 

Sebagaimana pohon itu dulu 

Kekasih dijadikan setiap wangi bunganya 

Jadi penghias agar suara gemericik sungai kecil 

Semakin utuh membuatnya delight, menyisakan harapan usang nya yang permanently hampir pudar ; tetap menjadi bagian terbuka apa adanya bagi mereka yang pernah singgah.......

Laba sudah diluar awalnya ukuran , methinks anemia .... ketika semuanya masih dalam rintisan ....

untuk suatu ketika dapat dibilang sangat besar....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar