Tertutup

Engkau tampak melirikku, sore itu...

Tereja tanya dimatamu saat perdebatan memanas 

Usai tegukan kopi penghangat senja diberanda, baru kedekatanmu memastikan...

Semua duga yang lembut terlepas dari dalamnya caramu menyampaikan rasa ingin tahu 

Mengapa  diam menjadi pilihan hingga tanpa ada satu pun kata terucap ketika itu ...

Bukan hal berlebihan kukira, ketika ia memilih cara begitu ; menyampaikan semua tanya kepada kita tanpa ada pilihan...

Semua kemungkinan telah ditutupnya, seperti jalan pemikirannya, juga kita yang ada didepannya menjadi akan sia -sia memberi sanggah apalagi tanya.....

Inti atau bukan, ini bukan tentang ia, yang masih mungkin dikembangkan ; namun pada situasi masa tumbuhnya, keadaan yang membuatnya demikian adalah yang lebih kompleks untuk dibicarakan....

Kalau hanya tentang cara berpikir itu bisa latihan, kalau harus membuat keputusan juga bagiab ketrampilan yang bisa diasah ; namun dari sana akan lebih menikmatkan dan menghidupkan juga menyentuh semua bila saja intuisinya dipendarkan bersama dalam cara sapa dan membawakannya, dan proses ini buatnya pastilah yang akan tidak disukainya jika langsung disampaikannya..., pada saat itu.

Itu apakah artinya semua sudah tertutup? Mungkin karena kita belum banyak mengerti tentangnya, yang juga sering menyimpan banyak hal tak terduga.

.. ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar